Leave a comment

Sisi Hijau Terminal Dukuh Kupang

Foto-foto penghijauan di Terminal Dukuh Kupang:

 

penghijjauan dukuh kupang 1

 

 

penghijjauan dukuh kupang 2

Advertisements
Leave a comment

In-class Training Sebagai Langkah Awal Menuju ISO OHSAS 18001:2007

Menjelang akhir tahun Dinas Perhubungan Kota Surabaya tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pelayanan publik. Tidak hanya mutu pelayanan langsung kepada masyarakat, melainkan mutu keselamatan jajaran personel dan pengguna jasa transportasi di terminal dan unit pengujian kendaraan bermotor juga menjadi perhatian utama bagi Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Rabu Kemarin (13/12/2011) Dishub Surabaya mendapatkan pelatihan keamanan dan keselamatan kerja (K3) bagi pimpinan UPTD terminal, UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor dan Kepala Pangkalan di seluruh Kota Surabaya. Pelatihan ini merupakan tahap awal sebelum mendapatkan sertifikasi OHSAS 18001:2007 dan agenda kedua setelah mendapatkan sertifikasi tentang manajemen administrasi ISO 9001:2008 tahun yang lalu.

Diatas semua itu, pelatihan ini bertujuan memberikan keamanan dan keselamatan kerja, meningkatkan standar mutu pelayanan keselamatan sesuai standar internasional serta mengurangi resiko di setiap unit pelayanan seperti terminal, stasiun pengujian kendaraan bermotor dan kantor utama Dishub Surabaya dari bahaya kecelakaan kerja.

“Agenda hari ini adalah in-class training, materi berikutnya tentang teknik penerapan dan prosedur dokumentasi yang lebih komprehensif akan dipaparkan pada tanggal 20-21 Desember 2011. Program yang urgent saat ini adalah peningkatan mutu keselamatan baik bagi petugas kami di lapangan maupun pengguna jasa transportasi.” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasaran Transportasi , Irvan Wahydrajad, M.MT.

Boby Arief Hendradjaja selaku pemberi materi dan manager of training dari TUV Nord Indonesia mengatakan, “Saya melihat resiko terbesar datang dari luar (pengguna jasa terminal) seperti calon penumpang dan armada bus. Dengan adanya pelatihan dan penerapan sistem yang sesuai dengan ISO OHSAS 18001:2007, secara optimis resiko dapat ditekan hingga 50%. Pada dasarnya ada 3 hal utama dalam standar keselamatan, Kualitas SDM, sistem pencegahan dan penanganan kecelakaan dan yang  terakhir adalah sarana dan prasarana yang digunakan.

Kuncinya terletak pada kualitas SDM dalam meminimalisir resiko dan mengatasi kecelakaan yang sedang terjadi. Meski sebuah korporasi memiliki sistem dan fasilitas yang memadai, namun kualitas SDM yang kurang baik maka hal ini akan menyulitkan instansi itu sendiri. Materi yang diberikan dalam in-class training antara lain penugasan personel yang bertanggung jawab atas K3, pemasangan rambu khusus K3, dokumentasi sarana dan prasarana yang ada, dokumentasi kecelakaan kerja ang terjadi setiap harinya, serta perlengkapan untuk personel di lapangan serta langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan sertifikat OHSAS 18001:2007.

Setelah mendapatkan pelatihan K3, pihak TUV Nord Indonesia selaku pemberi pelatihan, auditor serta pemberi sertifikasi ISO OHSAS 18001: 2007 akan memberikan rentang waktu 1 tahun kepada Dishub Surabaya untuk menerapkan materi yang telah diberikan dan menyediakan sarana dan prasarana di setiap unit-unit pelayanan. Selain itu, akan ada pre audit yang akan dilakukan sebelum sistem K3 diimplementasikan. Hal ini dilakukan agar perbandingan kualitas SDM dan ketersedian sarana dan prasarana sebelum dan sesudah penerapan sistem OHSAS dapat terlihat.

Leave a comment

Hilangkan Ego Sektoral dengan Outbound

Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan kebersamaan antar instansi di sektor transportasi, Dinas Perhubungan mengadakan team building outbound untuk forum LLAJ di Trawas pada 25-26 November 2011. Outbound dengan tema “Bersama Kita Melayani dengan Lebih Baik” merupakan agenda tahunan forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) yang difasilitasi oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan dibina oleh walikota Surabaya.

Agenda tersebut dihadiri oleh tiap perwakilan baik dari instansi pemerintah Kota Surabaya maupun dari jajaran samping antara lain, Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (BAPPEKO), Dinas Bina Marga, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Cipta Karya, Polrestabes Surabaya, Gartap III, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), PT. Jasa Raharja, SPTI dan Organda.

Kepala Seksi Angkutan Udara dan Laut selaku penanggung jawab kegiatan, Budi  menyatakan, “Kami sangat berterima kasih kepada jajaran samping, YLKI, Polrestabes Surabaya, Gartap III, SPTI dan Organda atas partisipasinya dalam team building di outbound ini. Kegiatan ini berfungsi menyatukan apa yang kurang dan apa yang lebih dari forum LLAJ. Melalui forum ini kami berharap bahwa koordinasi di lapangan dan di dalam ruangan lebih meningkat dan lebih terkait dalam menerima arahan dari walikota Surabaya.”

Lebih dari itu, kegiatan team building ini berfungsi untuk mengurangi dominansi antar instansi baik dari Pemerintah Kota Surabaya maupun jajaran samping dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Selain team building mulai tahun depan pemerintah Kota Surabaya juga sedang menggagas koordinasi yang lebih intensif dalam menjalankan amanat undang-undang LLAJ di Kota Surabaya

Leave a comment

Kondisi Terminal Dukuh Manukan

Terminal Dukuh Manukan memiliki kondisi yang aman terkendali pada bulan Agustus hal tersebut dapat dilihat dari video dibawah ini yang diambil pada tanggal 2 Agustus 2011. [Set]

Leave a comment

Dishub Bangun Sentra PKL di Terminal Benowo



Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasatransportasi publik dengan merevitalisasi beberapa terminal di Surabaya, salah satunya Terminal Benowo. Konsep revitalisasi terminal ini, bukan hanya fokus pada layanan transportasi, tapi juga pemberdayaan ekonomi kecil. untuk itu selain bangunan terminal, di Terminal Benowo juga akan dibangun sentra PKL (Pedagang Kaki LIma).

Pembangunan Sentra PKL di Terminal Benowo sudah mencapai 85% dan rencananya akan diselesaikan pada tahun ini. PKL yang berada di sekitar Terminal Benowo akan di pindahkan ke bangunan baru yang lebih memadai. Pada Bangunan baru tersebut nantinya akan dibuat kios-kios yang diperuntukan bagi PKL. Pembangunan sentra PKL di Terminal Benowo diharapkan dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat kecil yang berada di sekitar terminal, terutama para pengusaha kecil.

“Pembangunan Sentral PKL ini disediakan untuk menampung para PKL yang ada di sekitar Terminal serta supaya lebih tertib, bersih dan teratur” tutur kepala Bidang Sarana Prasarana Transportasi Dishub Kota Surabaya, Ir. Irvan Wahyudradjad, M.MT. Selain itu, Dishub Kota Surabaya juga akan membenahi saluran air dan pagar depan serta perbaikan ruang tunggu penumpang.[lil]

Leave a comment

KLH-Dishub Gelar Uji Emisi Kendaraan Bermotor Gratis



Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dan LSM OTOPOINT Surabaya serta Instansi terkait gelar Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor gratis. Kegiatan yang digelar di Taman Surya Selasa, 12 Juli 2011 tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Penertiban Bidang Pengendalian dan Operasi Dishub Surabaya, Subagio Utomo, SH, MM, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Transportasi Air dan Udara, Fitri Anvanti dan Mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIBB tersebut mentargetkan 1500 kendaraan bermotor yang akan digelar selama 3 hari, di Taman Surya, Darmo Boulevard dan Kertajaya Indah. Target yang harus dicapai dalam 1 hari adalah 500 kendaraan bermotor. Kegiatan Uji Emisi Kendaraan Bermotor merupakan kegiatan rutin yang digelar setahun sekali. Menurut Suwito Sumargo, LSM OTOPOINT, “Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong praktisi, teknisi dan pemilik bengkel serta semua pihak yang bergerak di bidang otomotif agar sadar tentang dampak pencemaran udara oleh kendaraan bermotor”.

Selain itu, Menurut Subagio Utomo, SH, MM, “Kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan udara bersih di Kota Surabaya sebagai perwujudan dari program langit biru dan mengurangi/ mencegah pencemaran udara yang disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan”. Selain itu juga untuk mengevaluasi kualitas udara di Kota Surabaya. “Uji emisi ini dilakukan untuk mengetahui kadar bahan bakar yang dikeluarkan mobil”, tambahnya.

Menurutnya, standar uji emisi yang dilakukan sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2006 tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor, dengan ketentuan untuk kendaraan berbahan bakar bensin yang dibuat dibawah tahun 2007 ambang batasnya adalah 4,5 persen untuk CO dan HC 1200 ppm, sedangkan untuk yang di atas tahun 2007 ambang batasnya 1,5 persen untuk CO dan HC 200 ppm. Sedangkan untuk kendaraan yang menggunakan solar standar ambang batasnya berdasarkan kapasitas. Untuk mobil dengan tonase kurang dari 3,5 ton yang dibuat dibawah tahun 2010 standarnya 70 persen, dan yang pembuatannya di atas tahun 2010 standarnya 40 persen. Sedangkan kendaraan yang kapasitasnya lebih 3,5 ton untuk pembuatan kurang dari 2010 standarnya 70 persen dan yang pembuatannya di atas tahun 2010 standarnya 50 persen.

Melalui kegiatan ini diharapkan pemilik kendaraan bermotor agar selalu merawat kendaraannya supaya tetap memenuhi persyaratan batas emisi gas buang kendaraan bermotor. Sehingga dapat mengurangi pencemaran udara di Kota Surabaya.[lil]

Leave a comment

Dishub Surabaya Lakukan Evaluasi Forum LLAJ di Terminal Bratang



Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengadakan rapat tentang rencana dan evaluasi forum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) pada hari Jumat (8/07/2011). Rapat yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya yang mewakili asisten II walikota Surabaya bidang pembangunan, Kepala Satuan Lalu-lintas Polrestabes Surabaya, Kepala polisi sektor Tanjung Perak, Perwakilan Organda, Perwakilan SPTI, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana , Kepala Bidang Angkutan dan Kepala Bidang lalu-lintas membahas tentang koordinasi angkutan lebaran , rencana pemekaran Kawasan tertib lalu-lintas (KTL), Operasi Patuh dan pembentukan Pusat Kecelakaan Lalu-Lintas (Traffic Accident Center/TAC).

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Eddi, A.Md, LLAJ, S.Sos, MM. menyatakan bahwa KTL merupakan program yang cukup efektif dalam meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan mengurangi jumlah kecelakaan yang ada di kota Surabaya. “Program KTL dirasa saat ini cukup efektif dan perlu diperluas guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan berlalu-lintas dengan tertib. KTL di Surabaya saat ini berjumlah 21 titik”. Sementara itu, Jajaran Polrestabes khususnya satuan lalu-lintas akan mengadakan operasi patuh menjelang operasi ketupat dalam rangka menyambut Lebaran. Asep Akbar Hikmana selaku Kasatlantas Polrestabes Surabaya memaparkan bahwa operasi patuh akan diselenggarakan mulai tanggal 9 hingga 24 juli 2011. “Operasi patuh akan diselenggarakan mulai besok hingga 2 minggu ke depan (Sabtu 09 – 24 Juli 2011) dan difokuskan pada pelanggaran marka yang dilakukan roda dua”, ujar Asep Akbar.

Dalam waktu dekat, Polrestabes Surabaya akan membangun Pusat Kecelakaan Lalu-lintas/ Traffic Accident Center (TAC) yang berlokasi di Polrestabes Surabaya. TAC ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian-kejadian kecelakaan dan penyebab kecelakaan yang terjadi di kota Surabaya. Asep menjelaskan,”TAC ini utamanya adalah tindak lanjut dari amanat undang-undang No. 22/2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan yang menyebutkan bahwa pembentukan TAC berguna untuk mengevaluasi kejadian dan penyebab kecelakaan serta memberikan solusi terhadap permasalahan kecelakaan lalu-lintas.” Nantinya gedung TAC tersebut akan ditempati para pemangku kepentingan dalam sektor transportasi seperti Dinas Perhubungan, Polrestabes Surabaya, Dinas PU dan Bina Marga dan dinas-dinas lainnya. “gedung TAC ini sekarang mencapai kemajuan 95% dan rencananya dapat di-launching minggu depan”, imbuhnya

Rapat yang diadakan di ruang rapat Surabaya Intelligent Transport Sistem, terminal Bratang juga membahas tentang penindakan terhadap angkutan umum dan pribadi yang melakukan pelanggaran rambu dilarang berhenti seperti yang terjadi di sepanjang jalan Darmo khususnya di depan RKZ. Diharapakan dengan adanya forum lalu-lintas dan angkutan jalan (LLAJ), mobilitas perkotaan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Selain itu forum tersebut dapat menjadi pusat pertukaran informasi antar pemangku kepentingan di sektor transportasi di Surabaya. [vs]